Logo METI
METI Sulawesi Utara Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia
← Kembali ke Pengurus
Curriculum Vitae
Dra. Henriette J. Roeroe, M.Si.

Dra. Henriette J. Roeroe, M.Si.

Dewan Pakar
Pada bulan November tahun 2024 mendapat piagam penghargaan sebagai " OUTSTANDING CONTRIBUTION EXPERT ' dari APEC Sustainable Energy Center- APSEC di Tianjin University, P.R.China

Profil Singkat

BIO DATA

 

          Henriette Jacoba Roeroe, wanita yang lahir di Kota Tomohon pada tanggal 4 September 1951, menyelesaikan pendidikan Magister Sains di bidang Manajemen Pengembangan Sumber Daya Pembangunan dari Universitas Sam Ratulangi tahun  1993, pendidikan  Sarjana Kimia di IKIP negeri Manado tahun 1980, dan Sarjana  Muda Kimia Analisis di Akademi Kimia Analisis-AKA Bogor tahun 1974. Ia telah mengikuti berbagai pelatihan di bidang Pembangunan dan Pengembangan Industri Regional antara lain di UP ISSI Filipina (1975),  mengikuti beberapa konferensi Nasional dan Internasional dibidang pengelolaan energi seperti APEC Energy Working Group-EWG di Bali Indonesia 2013, Danang City Vietnam 2014, Taipei Taiwan 2014, Honolulu Hawaii USA 2015, Singapura 2017, dan Wellington Selandia Baru 2017; International Geothermal Association-IGA conference di Canberra Australia, 2016, lokakarya APEC Sustainable Energy Center - APSEC di Tianjin City Tiongkok  2016, 2017, 2018, 2019 dan 2024; meyampaikan materi penelitian di beberapa even seperti di Geothermal College di Stanford University California USA pada tahun 2013, dan di Indonesia ikut berpartisipasi dlm beberapa kegiatan Indo-EBTKE, terakhir pd thn 2023 di Jakarta  serta pada 3rd Exchange SSTC Geo Kenya 10-15 November 2025 di Manado.

 

          Roeroe memulai kariernya sebagai aparatur Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 1970- dengan status Mahasiswa Tugas Belajar PemProv SULUT di AKA Bogor sampai tahun 1973,  dan pada 1974 mulai aktif sebagai PNS di Balai Penelitian  Kimia Manado dibawah naungan Kementerian Perindustrian RI diawali dengan jabatan fungsional peneliti  Ajun Peneliti Muda dst sampai pada tahun 1916 mencapai umur 65 tahun lalu pensiun pada jabatan Peneliti Madya Bidang Pembangunan Berkelanjutan di BAPPEDA Provinsi Sulawesi Utara. Dalam masa pengabdian di BAPPEDA Provinsi SULUT, Ia pernah menjadi bagian dalam Tim Ahli Gubernur untuk pemvangunan KEK Bitung yang sebelumnya diawal tahun 2014 dst oleh Konsorsium yg di bentuk oleh APEC APERC dan DITJEN EBTKE Kem ESDM ia menjadi bagian dlm Tim sebagai fasilitator di Provinsi SULUT. Ia juga  pernah menjabat Kepala Balai Riset dan Standardisasi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan di Pontianak Kalimantan Barat, Balai Riset dan Standardisasi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan di Samarinda Kalimantan Timur,  Kepala Dinas Energi dan Pertambangan Kota Tomohon serta Kepala Dinas Pariwisata di Kota Tomohon. Ternyata dalam  menjalani masa pensiun pd  tahun 2021-2023 ia  kembali menjadi  bagain dari Task Force Team di BAPPEDA Provinsi SULUT, bersama pimpinan dan jajaran terlibat dalam tahapan2x perencanaan,   penyusunan, mengawal serta mengevaluasi  penerapan  dokumen2x perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota a.l. RPJP, RPJMD, RKPD dan dokumen terkait lainnya. Selanjutnya pada thn 2023 dan 2024 kembali ke Kota Tomohon untuk bergabung bersama Tim Staf Khusus Walikota Tomohon. 




 

          Ia sejak tahun 2010, aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan bersama beberapa  pusat penelitian APEC EWG, seperti Asia Pacific Energy Research Center-APERC di Tokyo,dalam menyiapkan FS untuk Kawasan Ekonomi Khusus – KEK  Bitung sebagai Kota Model Rendah Karbon di Kawasan APEC – APEC Low Carbon Model Town–LCMT di Indonesia;  APEC Research Center  for Advanced Biohydrogen Technology-ACABT di Taiwan, dan APEC Marine Center di Shanghai PRC, serta menjabat sebagai anggota Dewan  Pakar & Penasihat – Expert & Advisory Board Member di APEC Sustainable Energy Center -APSEC di Tianjin People Republic of China.

 

          Roeroe aktif bekerjasama dengan DitJen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi – EBTKE di Kementerian ESDM RI, juga dengan beberapa perguruan tinggi dan Lembaga Penelitian di Indonesia seperti LIPI, ITB, UGM, UI, UNSRAT, UNIMA, Politeknik Negeri Manado,Tianjin University di Tianjin City PRC tempat APSEC melekat dan Organisasi Perangkat Daerah terkait di Provinsi SULUT seperti BAPPEDA, BAPELITBANGDA, Dinas ESDM dan Dinas Lingkungan Hidup. 

          Dengan mengikuti dan berpartisipasi aktif diberbagai kegiatan tentang pengelolaan Sumberdaya Alam yang berkelanjutan, Roeroe memperoleh banyak pelajaran dan pengalaman khsususnya di sektor SDGs # 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, serta SDGs # 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan. Saat ini, Roeroe menerima rekomendasi dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM sebagai mitra / dan atau sebagai  tenaga ahli sukarela ( volunteer) untuk sektor pengelolaan Energi Baru Terbarukan utamanya di Sulawesi Utara.  Perannya adalah mendorong percepatan green development utamanya pengelolaan transisi energi dan pengembangan masyarakat berkelanjutan didaerah khususnya di Sulawesi Utara guna mewujudkan cita-cita menjadikan Provinsi Sulawesi Utara sebagai  Center of Exelence dan Laboratorium Alam Energi Terbarukan di Indonesia" demi tercapainya Net Zero Emission dan Indonesia Emas .